Rangkaian Monev, pembinaan, studi kasus, dan ronde keperawatan pada 10–17 Oktober 2026 memperlihatkan bahwa peningkatan mutu membutuhkan kerja bersama dan konsistensi. Perubahan tidak cukup dilakukan melalui instruksi, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, pemantauan berkala, dan tanggung jawab seluruh unsur pelayanan.
Ke depan, penguatan supervisi, penerapan SPO, budaya kerja 7R, kelengkapan dokumentasi, kesiapan fasilitas, serta peningkatan kompetensi klinis akan terus menjadi bagian penting dalam upaya perbaikan berkelanjutan di lingkungan RSUD Provinsi NTB. Tim Kerja Keperawatan mengajak seluruh tenaga keperawatan untuk menjadikan setiap evaluasi sebagai momentum berbenah, setiap masukan sebagai peluang berkembang, dan setiap pelayanan sebagai kesempatan memberikan yang terbaik bagi pasien.
Karena pelayanan prima tidak dibangun dalam sehari. Pelayanan prima tumbuh dari kedisiplinan yang konsisten, kepedulian yang tulus, kompetensi yang terus diasah, dan komitmen bersama untuk menempatkan keselamatan pasien di atas segalanya.
Tim Kerja Keperawatan RSUD Provinsi NTB — Bergerak Bersama, Berbenah Bersama, Menghadirkan Pelayanan Keperawatan yang Profesional, Humanis, dan Bermutu.