1. Ruang Pantai Senggigi
Perkuat Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Gangguan Kardiovaskular dan Ulkus Diabetik
Tanggal kegiatan: 17 dan 20 Oktober 2026
Ruang Pantai Senggigi melaksanakan kegiatan studi kasus dan ronde keperawatan untuk mengevaluasi serta meningkatkan kualitas asuhan pada pasien dengan kondisi klinis kompleks. Pembahasan mencakup kasus gangguan kardiovaskular berat serta perawatan luka ulkus diabetik dengan gangguan sirkulasi perifer.
Pada studi kasus tanggal 17 Oktober 2026, tim membahas pasien dengan ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) anteroseptal Killip IV, anemia yang mengarah pada defisiensi besi, infeksi saluran pernapasan bawah, diabetes melitus tipe 2, dislipidemia, cedera ginjal akut, serta riwayat henti jantung dengan kembalinya sirkulasi spontan (return of spontaneous circulation/ROSC). Pasien juga memiliki riwayat hemoroid dan hematokezia atau buang air besar berdarah.
Fokus masalah keperawatan meliputi penurunan curah jantung, gangguan pertukaran gas, dan risiko perdarahan. Pemantauan diarahkan pada tekanan darah, frekuensi nadi dan pernapasan, saturasi oksigen, keluhan nyeri dada, sesak napas, pusing, serta warna dan konsistensi feses untuk mendeteksi kemungkinan perdarahan saluran cerna.
Sementara itu, pada ronde keperawatan tanggal 20 Oktober 2026, tim mengevaluasi pasien perempuan berusia 64 tahun dengan diabetes melitus tipe 2 dan penyakit arteri perifer yang mengalami ulkus pada kaki kiri. Luka menunjukkan perubahan warna kehitaman dan memiliki riwayat perdarahan. Pasien telah menjalani debridement serta pemasangan Negative Pressure Wound Therapy (NPWT).
Pembahasan meliputi perkembangan luka, kondisi balutan, jumlah dan karakteristik cairan, fungsi NPWT, perfusi perifer, tingkat nyeri, serta risiko infeksi. Pasien dan keluarga juga perlu mendapatkan edukasi tentang kebersihan tangan, perawatan balutan, pengenalan tanda infeksi, kepatuhan terhadap terapi diabetes, pemantauan gula darah, dan pengaturan nutrisi.
Kolaborasi dengan dokter, tim farmasi, dan ahli gizi menjadi bagian penting dalam menentukan tindak lanjut yang sesuai dengan kondisi pasien. Kegiatan ini menegaskan pentingnya pemantauan komprehensif, deteksi dini komplikasi, dan kesinambungan asuhan keperawatan.