Home > Berita Terbaru
📰Mataram, 24–31 Agustus 2026 — PEKAN MUTU KEPERAWATAN RSUD PROVINSI NTB RONDE KEPERAWATAN, STUDI KASUS, DAN LOMBA BHD PERKUAT KOMPETENSI SERTA KESELAMATAN PASIEN
📰Mataram, 24–31 Agustus 2026 — PEKAN MUTU KEPERAWATAN RSUD PROVINSI NTB RONDE KEPERAWATAN, STUDI KASUS, DAN LOMBA BHD PERKUAT KOMPETENSI SERTA KESELAMATAN PASIEN
Upaya meningkatkan mutu pelayanan dan profesionalisme tenaga keperawatan terus dilakukan di berbagai ruang pelayanan RSUD Provinsi NTB. Sepanjang pekan ini, kegiatan diisi dengan Ronde Keperawatan, studi kasus, serta Lomba Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang melibatkan sejumlah unit pelayanan.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari budaya pembelajaran klinis berkelanjutan, sekaligus menjadi ruang bagi perawat untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan pengambilan keputusan dalam memberikan asuhan keperawatan.
Rangkaian kegiatan pada pekan ini berlangsung di Ruang Antares pada Rabu, 26 Agustus 2026 melalui pelaksanaan Ronde Keperawatan. Kegiatan menjadi forum bagi tim keperawatan untuk melakukan pembahasan kondisi pasien secara komprehensif, mengevaluasi perkembangan pasien, mengidentifikasi permasalahan keperawatan, serta mendiskusikan rencana intervensi sesuai dengan kebutuhan pasien. Melalui ronde keperawatan, proses pembelajaran tidak hanya berlangsung secara teoritis, tetapi langsung terintegrasi dengan kondisi klinis yang ditemui dalam pelayanan sehari-hari.
(dok. Ruang Antares. 26/08/2026)
Pada hari yang sama, kegiatan Ronde Keperawatan juga dilaksanakan di Ruang Burn Unit.
Kegiatan difokuskan pada pembahasan dan evaluasi kondisi pasien serta kebutuhan asuhan keperawatan secara menyeluruh. Tim melakukan diskusi untuk menentukan prioritas masalah dan memastikan intervensi yang diberikan tetap sesuai dengan kondisi serta perkembangan pasien.
Ronde keperawatan di Burn Unit sekaligus menjadi sarana berbagi pengalaman klinis antarperawat dalam menghadapi kompleksitas kebutuhan pasien yang menjalani perawatan.
(dok. Ruang Bunr Unit. 26/08/2026)
Memasuki Kamis, 27 Agustus 2026, kegiatan Ronde Keperawatan dilaksanakan di Ruang Tiu Kelep.
Kegiatan berlangsung dalam suasana pembelajaran klinis yang mendorong tim keperawatan untuk bersama-sama melakukan evaluasi terhadap asuhan yang telah diberikan serta merumuskan langkah pelayanan selanjutnya.
Diskusi kasus menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan clinical reasoning, sehingga perawat mampu menentukan prioritas berdasarkan kondisi aktual pasien.
(dok. Ruang Tiu Kelep. 27/08/2026)
Pada tanggal yang sama, Ruang Mangku Sakti turut melaksanakan Ronde Keperawatan dengan pembahasan kasus pasien. Kegiatan menjadi wadah bagi tim untuk mengkaji kondisi pasien, mengevaluasi respons terhadap intervensi, serta mendiskusikan berbagai alternatif pendekatan keperawatan yang dapat dilakukan. Melalui kegiatan ini, komunikasi antaranggota tim semakin diperkuat sehingga pelayanan dapat diberikan secara terarah, terkoordinasi, dan berkesinambungan.
(dok. Ruang Mangku Sakti, 27/08/2026)
Selain kegiatan klinis melalui ronde keperawatan, dalam rangka memeriahkan PUNCAK HUT RI KE-81 th rangkaian kegiatan juga diwarnai dengan Lomba Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang diikuti oleh delapan unit pelayanan.
Peserta terdiri dari:
IBS
Tiu Kelep
IGD
ICU
Averroes
Sendang Gile
PICU
Mangku Sakti
Lomba BHD tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk mengasah keterampilan kegawatdaruratan, kecepatan respons, komunikasi, koordinasi, dan kerja sama tim.
Semangat kompetisi yang dibangun justru memperkuat nilai kolaborasi. Setiap peserta mendapatkan kesempatan untuk menguji kesiapan dan keterampilan dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan yang membutuhkan respons cepat dan tepat.
- Pemenang
Juara 1: Rauang IGD
Juara 2: Rauang Averoes
Juara 3: IBS
(dok, Peserta Lomba BHD)
Rangkaian kegiatan pada periode tersebut dilanjutkan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, melalui Ronde Keperawatan di Ruang Stroke Center.
Kegiatan dilakukan sebagai bagian dari evaluasi dan pembelajaran klinis dalam memberikan asuhan kepada pasien dengan kondisi yang membutuhkan pemantauan dan penanganan secara komprehensif.
Tim keperawatan berdiskusi mengenai kondisi pasien, perkembangan masalah keperawatan, serta kebutuhan intervensi yang harus menjadi perhatian bersama.
(dok. Ruang Stroke Center. 29/08/2026)
Pada hari yang sama, kegiatan Ronde Keperawatan dan Studi Kasus dilaksanakan di Ruang Sendang Gile.
Studi kasus menjadi ruang pembelajaran bagi perawat untuk mengembangkan kemampuan menganalisis permasalahan secara sistematis. Melalui diskusi kasus, pengalaman klinis dapat diolah menjadi pembelajaran yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
Kegiatan tersebut juga memperkuat budaya diskusi dan berbagi pengetahuan di lingkungan kerja, sehingga setiap kasus yang ditemui dapat menjadi bagian dari proses peningkatan kompetensi perawat.
(dok. Ruang Sendang Gile, 29/08/2026)
Di Ruang Albucasis, kegiatan Ronde Keperawatan membahas kasus pasien anak dengan diagnosis Acute Lymphoblastic Leukemia (ALL).
Pembahasan dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan kondisi pasien, kebutuhan asuhan keperawatan, pemantauan perkembangan, serta pendekatan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan pasien anak.
Kasus tersebut menjadi bagian dari pembelajaran klinis bagi tim untuk meningkatkan kemampuan dalam memberikan asuhan yang aman, tepat, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
(dok. Ruang Albucacis, 31/08/2026)
Selanjutnya, pada pukul 09.30–10.30 WITA, kegiatan Ronde Keperawatan dilaksanakan di Ruang Averroes dengan pembahasan pasien Ca Paru.
Dalam kegiatan tersebut dibahas beberapa masalah keperawatan, yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, perfusi perifer tidak efektif, dan nyeri akut.
Tim melakukan diskusi mengenai masalah prioritas, evaluasi kondisi pasien, serta intervensi keperawatan yang diperlukan. Pembahasan secara bersama diharapkan dapat membantu memastikan asuhan diberikan secara terarah dan berkesinambungan.
(dok. Ruang Averroes, 31/08/2026)
Kegiatan pada 31 Agustus juga berlangsung di Ruang Mata Jitu, dengan pembahasan kasus Ny. A dengan diagnosis Diabetic Foot. Ronde keperawatan menjadi kesempatan bagi tim untuk melakukan pengkajian dan evaluasi kondisi pasien sekaligus mendiskusikan kebutuhan asuhan keperawatan yang sesuai. Pembahasan kasus ini turut menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis perawat dalam menentukan prioritas pelayanan berdasarkan kondisi aktual pasien.
(dok. Ruang Mata Jitu, 31/08/2026)
Rangkaian kegiatan yang berlangsung mulai 24 hingga 29 Agustus 2026, kemudian berlanjut pada 31 Agustus 2026, memperlihatkan konsistensi RSUD Provinsi NTB dalam membangun budaya pembelajaran di lingkungan pelayanan keperawatan.
Ronde Keperawatan dan studi kasus memberikan ruang bagi perawat untuk belajar dari kasus nyata, mengevaluasi praktik, berdiskusi, dan meningkatkan clinical reasoning. Sementara itu, Lomba BHD memperkuat kesiapsiagaan dan kemampuan kerja sama tim dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
Keberagaman ruang dan kasus yang dibahas menunjukkan bahwa peningkatan mutu pelayanan merupakan proses yang dilakukan secara terus-menerus di berbagai lini pelayanan.
Dengan semangat belajar, berkolaborasi, dan memberikan pelayanan terbaik, kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat profesionalisme tenaga keperawatan serta mendukung terwujudnya pelayanan RSUD Provinsi NTB yang aman, humanis, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.