Home > Berita Terbaru
📰Mataram, 10-15 Agustus 2026 — RSUDP NTB Perkuat Mutu Pelayanan dan Kolaborasi Klinis, Mantapkan Persiapan Akreditasi September 2026.
📰Mataram, 10-15 Agustus 2026 — RSUDP NTB Perkuat Mutu Pelayanan dan Kolaborasi Klinis, Mantapkan Persiapan Akreditasi September 2026.
Tim Kerja Pelayanan Keperawatan RSUD Provinsi NTB terus memperkuat kualitas pelayanan melalui rangkaian kegiatan klinis, pengembangan kompetensi, kolaborasi lintas profesi, serta persiapan akreditasi yang akan berlangsung pada akhir September 2026.
Sepanjang 10–15 Agustus 2026, berbagai kegiatan dilaksanakan secara berkesinambungan di sejumlah unit pelayanan. Rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya mutu sekaligus memastikan pelayanan kepada pasien berjalan sesuai standar, aman, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Salah satu agenda utama berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026, ketika Tim Kerja Pelayanan Keperawatan bersama jajaran Wakil Direktur Pelayanan melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap kesiapan ruangan isolasi dalam menyambut proses akreditasi. Tim juga meninjau kesiapan bilik Surkon di area rawat jalan untuk memastikan berbagai aspek pelayanan dan fasilitas telah dipersiapkan secara optimal.
(Dok.monitoring dan evaluasi terhadap kesiapan ruangan isolasi, 10/08/2026)
Pada hari yang sama, kegiatan klinis juga berlangsung melalui ronde keperawatan di Ruang HCU 3 pada pasien dengan diagnosis tetraparese akibat spinal cord injury ASIA Score C akibat fraktur kompresi cervical 4, 5, 6, dan 7. Ronde menjadi forum bagi tim untuk melakukan pengkajian, evaluasi, serta menyusun rencana asuhan secara komprehensif terhadap pasien dengan kondisi kompleks.
(Dok. Ruang HCU 3, 10/08/2026)
Penguatan pembelajaran klinis turut dilakukan oleh Ruang Mangku Sakti melalui studi kasus pasien dengan Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi tenaga kesehatan untuk meningkatkan kemampuan analisis klinis dan memperkuat proses pengambilan keputusan dalam pelayanan pasien.
(Dok.Mangku Sakti, 10/08/2026)
Agenda pembelajaran berlanjut pada Selasa, 11 Agustus 2026, melalui studi kasus SLE yang diselenggarakan oleh Ruang Matajitu. Kegiatan tersebut turut dihadiri MPP Zona Area, sehingga pembahasan kasus dapat dilakukan dengan perspektif pelayanan yang lebih terintegrasi.
(Dok.Ruangan Mata Jitu, 11/08/2026)
Sementara itu, pada Rabu, 12 Agustus 2026, Tim Kerja Pelayanan Keperawatan bersama Ruang Pulau Moyo melaksanakan ronde keperawatan terhadap An. A, 12 tahun, dengan kondisi post laparotomi, omentektomi, adhesiolisis tajam, dan appendektomi.
(Dok.Ruangan Pulau Moyo, 13/08/2026)
Pada hari yang sama, ronde keperawatan juga dilaksanakan bersama Ruang HCU 2 terhadap Tn. A, 50 tahun, dengan diagnosis AVS akibat suspek vascular event sirkulasi posterior serta massa infratentorial akibat suspek ependimoma.
(Dok.Ruangan HCU 2, 13/08/2026)
Dua kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana ronde keperawatan menjadi bagian penting dalam memastikan pasien dengan kondisi kompleks mendapatkan asuhan yang terarah, terintegrasi, dan berkesinambungan.
Pengembangan kompetensi tenaga kesehatan kemudian diperkuat pada Kamis, 13 Agustus 2026, melalui kegiatan Zoominar “Clinical Sharing: Chest Drain Management” yang diselenggarakan oleh Ruang HCU bekerja sama dengan Instalasi Penyelenggara Pelatihan (IPP) RSUP Provinsi NTB.
Kegiatan yang menyasar dokter umum, perawat, dan ahli gizi ini menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman klinis untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, khususnya dalam pengelolaan chest drain pada pasien.
Kegiatan Clinical Sharing: Chest Drain Management juga telah terdaftar dalam Learning Management System (LMS) dan peserta mendapatkan Satuan Kredit Profesi (SKP) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini menjadi nilai tambah dalam mendukung proses pengembangan kompetensi profesional berkelanjutan bagi tenaga kesehatan.
(Dok. Kegiatan Ruang HCU kerjasama denagn IPP (13/08/2026)
Rangkaian kegiatan berlanjut pada Jumat, 14 Agustus 2026, melalui diseminasi akhir inovasi mahasiswa S2 Magister Keperawatan FIK Universitas Jember di Ruang Rawat Inap Gili Gede, Instalasi Rawat Inap.
Diseminasi ini menjadi tahapan akhir setelah mahasiswa menyelesaikan proses pembelajaran dan penerapan inovasi selama berada di lingkungan pelayanan RSUDP NTB. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan pelayanan kesehatan dalam mendorong lahirnya inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasien dan tenaga kesehatan.
(Dok. Kegiatan Ruang Gili Gede, mahasiswa S2 Magister Keperawatan FIK Universitas Jember (14/08/2026)
Di tengah rangkaian kegiatan klinis dan akademik tersebut, persiapan akreditasi RSUDP NTB terus berjalan. Salah satu agenda yang dilakukan adalah telusur dokumen akreditasi oleh surveyor internal, yang turut melibatkan para perawat dan bidan RSUDP NTB.
Keterlibatan tenaga kesehatan dalam proses telusur menjadi bagian penting untuk memastikan kesiapan dokumen, bukti implementasi standar, serta kesesuaian antara prosedur yang tertulis dengan praktik pelayanan di lapangan.
Dengan target akreditasi pada akhir September 2026, seluruh jajaran RSUDP NTB terus melakukan pembenahan secara bertahap dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa persiapan akreditasi bukan sekadar persoalan administratif. Lebih dari itu, proses tersebut menjadi momentum untuk memperkuat budaya mutu, keselamatan pasien, profesionalisme, kolaborasi, dan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui keterlibatan aktif seluruh unsur rumah sakit, RSUDP NTB terus memantapkan langkah menuju pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas.
Dari ruang perawatan, ruang diskusi, hingga proses telusur akreditasi, seluruh elemen RSUDP NTB bergerak dalam satu tujuan: membangun pelayanan yang bermutu, aman, profesional, dan memberikan pengalaman terbaik bagi setiap pasien.