Selama pelaksanaan survei, tim surveior LAM-KPRS melakukan telusur di sejumlah area strategis RSUD Provinsi NTB.
Beberapa lokasi yang menjadi bagian dari agenda survei antara lain Aula Rinjani, Ruang Wadir Pelayanan, Aula Media Center, dan Ruang Wadir SDM.
Adapun fokus telusur meliputi beberapa aspek penting pelayanan, yaitu:
Lima penyakit terbanyak;
Pelayanan lanjutan;
Program Nasional (Prognas);
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) serta penggunaan obat; dan
Pelayanan berisiko tinggi.
Dalam proses tersebut, tenaga keperawatan turut berinteraksi dan berkolaborasi dengan dokter umum, dokter spesialis, dokter anestesi, dokter patologi klinik, apoteker, radiografer, tenaga administrasi, IPCN, petugas front office, cleaning service, serta berbagai profesi lainnya.
Keterlibatan lintas profesi tersebut memperlihatkan bahwa keselamatan pasien tidak dapat diwujudkan oleh satu profesi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dan komunikasi efektif seluruh tim pelayanan kesehatan.
Salah satu hal penting dalam proses akreditasi adalah memastikan adanya kesesuaian antara regulasi yang ditetapkan rumah sakit dengan pelaksanaan pelayanan di lapangan.
Karena itu, Tim Kerja Pelayanan Keperawatan bersama jajaran terkait berupaya memastikan berbagai standar dan prosedur yang telah ditetapkan benar-benar diterapkan dalam pelayanan sehari-hari.
Aspek yang menjadi perhatian antara lain identifikasi pasien, komunikasi efektif, keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi, pemberian obat secara aman, dokumentasi asuhan keperawatan, edukasi pasien dan keluarga, manajemen risiko, kesinambungan pelayanan, serta koordinasi antarprofesi.
Proses telusur menjadi kesempatan bagi tenaga keperawatan untuk menunjukkan bagaimana standar tersebut diterapkan dalam memberikan asuhan kepada pasien.
Dengan demikian, akreditasi tidak sekadar berbicara mengenai kelengkapan dokumen, tetapi juga mengenai budaya kerja dan konsistensi pelaksanaan standar dalam praktik pelayanan.